Serendipity
Hari ini, bahkan hari yang akan datang, tidak akan lagi terdengar suara-suara bising dari pertikaian antara dua insan. Ya, siapa lagi kalau bukan mereka, suara ayah dan ibu. Entah apa yang ada dipikiran mereka dengan ego yang tinggi satu persatu mereka meninggalkanku, dengan semua kepolosanku pada masa kecil aku dipaksa agar menjadi manusia dewasa di lingkungan yang toxic, seperti daun kering yang jatuh lebih cepat karena tiupan angin, entah ke mana aku harus berarah, tak ada pendamping, tak ada pedoman apalagi tempat mengadu. Beranjak dewasa aku mulai mengerti apa yang aku alami saat ini dan apa yang aku harus terima dari trauma masa lalu yang telah aku lewati, penyakit-penyakit mental yang ada pada diriku mulai kukenal satu persatu. Membantu seseorang seperti aku adalah sebuah impian, aku ingin menjadi seorang psikolog, usaha yang kulakukan hanya sebatas belajar, tak ada lagi bukan usaha selain itu? Biaya? Bahkan untuk makan pun aku susah payah, sebuah mimpi setinggi langit untu...